PRODI KEBIDANAN SELENGGARAKAN PELATIHAN IUD BAGI MAHASISWA SEMESTER IV

Berita 31 Mei 2016      Asep Sufyan Ramadhy

Sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnya, Prodi Kebidanan STIKKU mulai tanggal 17-18 Mei 2016 ini menyelenggarakan Pelatihan Pemasangan dan Pencabutan IUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Kegiatan diselenggarakan selama 2 (dua) hari sebagai hasil kerjasama institusional antara Prodi Kebidanan dengan PT DKT Indonesia yang notabene merupakan salah satu produsen alat kontrasepsi terbesar di Indonesia.

Kegiatan ini sifatnya periodik atau rutin diselenggarakan setiap tahun dan untuk tahun ini diikuti oleh seluruh mahasiswa kebidanan Semester 4.

Hari pertama diisi dengan kegiatan pembukaan dan dilanjutkan pemberian materi sebagai kuliah pengantar oleh Ibu Rohidjah, A.Md.Keb. S.KM sebagai praktisi. Pasca ISHOMA, mulai pukul 13.00 s.d 16.00 WIB setiap 4 mahasiswa dibimbing 1 orang trainer dan melakukan praktik pemasangan dan pencabutan IUD. Pelatihan ini sifatnya intensif dan mendalam sehingga memang diharapkan para mahasiswa lebih terampil lagi dalam melakanakan kompetensi tersebut di kemudian hari, disamping mereka juga telah menerima materi perkuliahan terkait di bangku kuliah.

Acara pembukaan diawali dengan sambutan Kaprodi Kebidanan baru bu Ai Nurasiah, SST. M.KM. Dalam sambutannya Bu Ai menekankan tentang pentingnya mahasiswa untuk senantiasa mengambil inisiatif dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan tercipta pembelajaran yang aktif. “Mahasiswa harus punya inisiatif untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas Skill Lab STIKKU yang memang saat ini sudah sangat memenuhi standar. Jangan sampai fasilitas penunjang laboratoriumnya mewah tapi inisiatif mahasiswa untuk memanfaatnya memble alias rendah. Karena itu, mahasiswa diharapkan untuk senantiasa aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler yang akan mendukung pencapaian kompetensi”. Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy juga menegaskan pentingnya mahasiswa memahami perbedaan pendidikan vokasional dan pendidikan akademik. “Pendidikan vokasional memang ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang harus lebih cepat adaptif dengan dunia kerja, dalam arti pascalulus kalian harus siap memasuki dunia kerja, baik hardskill maupun softskills nya. Karena itu tidaklah mengherankan jika pendidikannya bersifat anaerob, dalam arti tak ada berhentinya, habis kegiatan yang satu lanjut kegiatan lainnya. Habis pelatihan IUD ini, nanti akan ada kegiatan-kegiatan akademik lainnya tentunya. Nah, tentu ini bagi sebagian orang bisa disalahpersepsikan kesannya sibuk banget, padahal tentu tidak demikian adanya. Faktanya kalian masih memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dan terlibat dalam berbagai kegiatan lainnya baik akademis maupun nonakademis”, pungkasnya.